Sungguh sangat berbeda sewaktu kecil sampai remaja yang masih bisa ketawa sana kemari dan tidak ada beban pikiran yang harus dipikirkan dengan serius. Bertambahnya usia, aku merasa semakin banyak yang harus dipikirkan dan diputuskan sebisa mungkin dengan baik dan matang. Dan akhirnya ide atau pikiran tersebut berkembang menjadi sesuatu yang berlebihan untuk dipikirkan, apalagi saat menjelang tidur, tiba – tiba saja muncul dari hal yang simple bertumbuh menjadi complex, ditambah dengan bumbu asumsi yang diciptakan sendiri yang tanpa sadar asumsi tersebut tidak akan pernah terjadi. Dan akhirnya jika pikiran – pikiran tersebut tidak dikelola dengan baik, hal ini menjadi beban untuk diri sendiri.
Sedikit cerita dari pengalaman overthinking yang pernah aku alami, awal mula pikiran akan ide atau situasi muncul, hal ini menciptakan kewaspadaan kepadaku. Dan menurutku ini hal yang baik karena ada hal – hal yang bisa aku siapkan dan mampu untuk dilakukan untuk mengurangi possibility terjadinya sesuatu yang tidak diharapkan. Namun, semakin dipikirkan ide atau situasi tersebut menjadi complex karena otak ini memberikan beberapa opsi dan opsi tersebut dibawa semakin dalam yang lebih jauh dan bercabang semakin banyak. Semakin lama dipikirkan, muncul sebuah kecemasan akan ide atau situasi tersebut , seperti: “Apakah ini ok jika aku ambil?”, “Apakah aku siap jika hal itu tidak terjadi sesuai yang aku harapkan?”, “Bagaimana kalau aku belum bisa achieve?”, dan pertanyaan – pertanyaan berikutnya. Dan aku merasa overthinking ini sangat aktif saat menjelang tidur atau saat terbangun di waktu subuh. Tiba – tiba saja muncul dari hal simple sekali pun. Hal ini sungguh melelahkan jika berhari – hari.
Ada satu moment dimana aku tau pikiran ini sudah tidak baik – baik saja dan sudah melantur kemana – mana, didukung dengan kondisi tubuh sudah capek dan waktunya tidur, hal yang bisa aku lakukan dan cukup bekerja adalah meditasi dengan tarik nafas panjang dan hembuskan secara berulang. Hal ini menenangkan dan memberikan waktu untuk otakku berhenti sebentar memikirkan ide atau situasi tersebut karena dialihkan untuk fokus ke pernafasan. Hingga tanpa sadar aku tertidur dan bangun di esok hari.
Seorang Dosen Keperawatan Jiwa UM Surabaya, ibu Uswatun Hasanah menjelaskan bahwa overthinking merupakan sebuah alarm mekanisme perlindungan diri secara otomatis saat kita berada pada situasi yang berfokus pada masalah nyata, seperti: kesehatan, keuangan, jodoh, pekerjaan, dll. Tidak ada yang salah dengan memikirkan masalah nyata tersebut karena kita juga menginginkan yang terbaik untuk diri kita sendiri. Namun, pikiran ini menjadi tidak baik kalau kita hanya memikirkan secara tidak produktif dimana tidak mengambil langkah pasti dan muncul kecemasan yang berlebihan. Seringkali overthinking akhirnya dapat menyebabkan stess berkepanjangan yang akhirnya dapat menyebabkan masalah kesehatan mental dan mempengaruhi kesejahteraan seseorang.
Overthinking yang disebabkan oleh kecemasan, hal ini masih dapat dikontrol dan dihentikan oleh dirinya sendiri. Menurut ibu Uswatun Hasanah, kunci utama yang harus dilakukan adalah kita sendiri harus mampu untuk mengenali situasi yang menyebabkan overthinking tersebut muncul beserta gejalanya, mengenal dan menyadari munculnya masalah. Sehingga saat situasi yang menyebabkan diri kita overthinking muncul kembali, kita bisa dan mampu untuk merespon secara tepat dan adaptif dengan segera melakukan teknik distraksi yaitu melibatkan diri dalam aktivitas atau hobi yang kita sukai. Hal ini efektif untuk mengalihkan pikiran berlebih tersebut.
Alternatif lain untuk mengontrol overthinking yaitu dengan teknik relaksasi nafas dalam dan membuat perasaan menjadi nyaman. Atau bisa juga dengan memutus pikiran otomatis negatif dengan teknik penghentian pikiran (thought stopping). Thought Stopping merupakan strategi memblokir pikiran yang mengganggu atau tidak diinginkan dan menggantinya dengan pikiran yang lebih adaptif atau positif sambil melakukan relaksasi napas dalam.
Sekian sepenggal cerita mengenai overthinking. Mungkin kalau saat ini kita sendiri merasakan dan menyadari bahwa sedang overthinking, pikiran sedang tidak baik – baik saja, cobalah untuk tenang dan perasaan tersebut diterima dengan baik (it’s okay). Kemudian, pelan – pelan untuk mengambil langkah yang membuat kita nyaman. Bisa dengan melakukan hobi yang kita sukai, meditasi dengan berpusat pada pernafasan, afirmasi positif ke dalam diri, atau bercerita kepada orang yang kamu percaya dan membuatmu merasa lega.
Reference(s):









