The Journey of Riyanti

Sebuah perjalanan dan pengalaman seorang Riyanti dalam mengarungi kehidupan ini

Masa SMA di Asrama – Part 2 (Rutinitas)

Blog hari ini lanjutan dari blog sebelumnya dan menjadi blog terakhir mengenai perjalanan SMA Riyanti di Asrama. Bertempat tinggal di Asrama selama SMA adalah pilihanku sendiri dan aku sadar bahwa saat aku memilih untuk bertempat tinggal disini, maka aku perlu mentaati semua aturan di dalam asrama dan tata cara ibadah secara Katolik. Pada blog kali ini aku akan menceritakan rutinitasku selama di asrama. Rutinitas ini menjadi hal yang asyik, menarik, dan yang selalu aku ingat hingga sekarang. 

Mungkin beberapa orang akan kaget dengan aturan yang di asrama yang cenderung ketat. Di asrama, kita hanya boleh pegang HP saat hari Sabtu (setelah makan siang) sampai hari Minggu (setelah makan malam) dihari – hari tersebut bisa kita gunakan untuk telepon orangtua, chat di Blackberry Messager, social media, main game, dan lain – lain. Namun, dihari Senin sampai Sabtu (sebelum makan siang), kita tidak diperbolehkan untuk pegang HP sama sekali, kecuali saat ada urgency. Pembagian HP oleh Suster adalah hal yang paling kita tunggu, selain orangtua kita datang berkunjung. Saat dibagikan kita merasa senang sekali setelah menunggu 6 hari tanpa HP. 

Mungkin menjadi pertanyaan semua orang, cara mengerjakan tugas sekolah gimana? 

Kita bisa diskusi atau belajar bersama dengan teman – teman asrama yang 1 kelas atau dengan kakak kelas. Kemudian, kita masih diperbolehkan untuk menggunakan laptop untuk mengerjakan tugas dan google-ling menggunakan modem yang dihubungkan ke laptop. Namun, semakin berkembangnya teknologi dan semakin lihai mencari cara untuk membuka social media, main game dari laptop dan lebih tepatnya tidak menggunakan laptop secara bijak, akhirnya laptop tersebut disita sementara. Namun, sifatnya flexible karena saat kita butuh untuk mengerjakan tugas, kita boleh ambil laptop kita dan segera dikembalikan setelah selesai. Kalau ada kerja kelompok dengan teman – teman SMA lainnya, kita perlu minta izin kepada Suster karena Suster adalah pembina Asrama dan menjadi orangtua kita selama di Asrama.

Hal yang paling ditunggu – tunggu selain dibagikan HP adalah saat libur telah tiba. Kita bisa pulang ke rumah masing – masing, saat ada hari libur minimal 3 hari, seperti libur sekolah di bulan Juni/Juli dan Desember, libur Imlek, libur Idul Fitri. Terutama saat libur sekolah, kita akan beramai – ramai membereskan kamar, tidak ada cucian baju atau baju yang masih digantung diluar. Kemudian, kita gotong royong membersihkan gedung asrama yang kita tinggal, seperti cabut rumput atau memberikan lumut yang ada diselokan, mencuci kamar mandi, mencuci tempat cuci baju, dan lain – lain secara bersama dan setiap orang sudah ada tugasnya masing – masing. Dan rutinitas membersihkan gedung asrama setiap 1 bulan sekali.

Rutinitas Pagi

Untuk hari Senin sampai Sabtu ini adalah hari kita bersekolah. Sebelum berangkat sekolah jam 7.00 pagi, kita ada rutinitas untuk Misa pagi jam 5.30 sampai jam 6.00 pagi di gereja dekat dengan asrama dan bersebrangan dengan sekolah kita. Karena setiap gedung asrama hanya memiliki 3 kamar mandi, sehingga kita bergantian untuk mandi. Jika ingin menjadi pengguna pertama kamar mandi, maka bangunlah jam 4.30 pagi. Kalau jam 5 pagi baru bangun, waktunya sudah dekat dengan jadwal Misa pagi dan ngantri kamar mandi akan panjang, dan kemungkinan akan telat datang ke Misa.

Oh ya dirutinitas pagi juga ada yang piket pagi, piket pagi terdiri dari 3 teman asrama yang sudah ditunjuk setiap bulan dan bergilir, siapa saja bisa mendapatkan jadwal piket pagi dengan siapa saja (bersama cowok atau cewek). Mereka tidak mengikuti Misa pagi, namun mereka bertugas untuk menyiapkan sarapan untuk kami semua. Jadi, teman – teman yang selesai Misa pagi akan ke Refter (sebutan untuk ruang makan) untuk sarapan dengan makanan yang sudah dihidangkan. Untuk tugas piket pagi, malamnya kita sudah check makanan digudang, apa yang bisa dimasak atau apakah sudah ada makanan yang sudah dimasak oleh Kak Ida (Chef Asrama), jadi tinggal dipanasin saja. Namun, yang pasti hal pertama yang akan kami masak adalah nasi. Karena jumlah kita banyak sekitar 40-an orang, maka masak nasinya dikuali besar hingga airnya menyusut, baru dipindahkan ke dandang besar. Untuk proses pemindahan dari kuali besar ke dandang besar membutuhkan 2 orang, dimana 1 orang yang mengangkat kuali mengarah ke dandang  dan 1 orang yang menyerok nasi masuk ke dandang. Untuk piket pagi bergantung dengan kompleksitas menu, kalau hanya panasin lauk, kita bisa bangun 4.30 pagi. Kalau harus goreng telur mata sapi atau telur dadar atau nasi goreng, dan masakan lainnya, kita bangun jam 4.00 pagi. Setelah semua makanan siap dihidangkan dimeja dan dapur sudah bersih, petugas piket pagi bisa mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah.

Untuk hari Minggu, kita semua akan berangkat ke gereja untuk Misa Minggu dan duduk secara kelompok besar yang biasa disebut “anak – anak Asrama”. Ini adalah foto setelah Misa Minggu.

Rutinitas Siang

Untuk siang hari, sepulang dari sekolah kami semua akan makan siang bersama pada jam 14.00 di Refter.  Di Refter ada 6 meja besar dan masing – masing meja ada 8 – 10 kursi, kita makan dimeja sesuai dengan piring kita berada. Jadi, makan dengan siapa pun dan ngobrol dengan siapa pun di meja tersebut. Kita makan makanan yang sudah disiapkan oleh Kak Ida. Makanannya sangat enak dan setiap makan, pasti disediakan lauk dan sayur. Di asrama, aku mengenal berbagai jenis makanan yang belum pernah aku coba sebelumnya, seperti: tempe bacem, orek tempe dengan ikan teri dan kacang, soup ikan dengan daun belimbing, dan ini menjadi salasatu makanan favoriteku. Untuk makan siang bersama dengan Suster Clementine (Pembina Asrama) dan kita dibiasakan untuk makan menggunakan sendok dan garpu. Yang awalnya tidak terbiasa sampai terbiasa, saat makan ikan pun, kita menggunakan sendok dan garpu. Sebelum dan sesudah makan akan dibuka dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh orang yang ditunjuk oleh Suster Clementine atau Ketua Asrama (saat Suster sedang tidak berada di Refter). Terkadang Kak Ida juga menyiapkan snack untuk kami, seperti donat, roti, teh manis, dan snack lainnya. Snack ini salahsatu yang aku tunggu juga karena aku suka banget dengan snack, sehingga saat SMA badanku sedikit menggendut. Setelah kita makan siang dan sudah ditutup doa, kita akan kembali ke gedung kita masing – masing untuk melanjutkan rutinitas kita masing – masing. Ada yang lanjut cuci baju, mengerjakan tugas, tidur siang, bercengkrama, dan lain sebagainya.

Rutinitas Sore - Malam

Untuk sore kita bisa bulutangkis, basket bersama karena asrama memiliki lapangan yang cukup luas. Untuk sore sendiri, kita mempunyai piket sore, sistemnya sama persis dengan piket pagi. Jam 18.00, kita akan makan malam. Setelah makan malam, terdapat tugas cuci piring, untuk cuci piring secara berkelompok sekitar 5 orang. Semua orang memiliki tugasnya masing – masing, ada yang merapikan meja dan kursi, membersihkan meja, mencuci dan membilas piring, gelas, sendok, garpu. Yang bertugas cuci piring memastikan semua piring, gelas, sendok, garpu, dan meja bersih dan rapi sehingga bisa digunakan untuk sarapan besok. Kemudian, dilanjutnya dengan doa malam bersama di Capel. Setelah doa bersama, kita kembali ke gedung masing – masing untuk lanjut belajar atau aktivitas lainnya.

Selain dengan rutinitas yang biasa kami jalankan, ada beberapa kegiatan yang kami lakukan bersama, seperti: acara ulangtahun Asrama, acara perpisahan kakak kelas, acara gereja, kita setiap tahun melaksanakan retret, dan sebagainya. Tenang, semua kegiatan diatas tidak mengganggu proses belajar disekolah karena kegiatannya biasanya dilakukan malam hari atau dihari libur. Berikut beberapa foto yang menjadi kenangan.

Rekreasi Asrama St. Theresia di Jebus
Ulang Tahun Teman Asrama
Jebus
Retret Tahunan Asrama St. Theresia
Setelah Upacara 17 Agustus
Jogging Pagi

Aku sangat senang dan bersyukur bisa tinggal di asrama, melewati suka dan duka dengan roommate, teman yang 1 gedung, teman – teman se-asrama bersama dengan Suster Clementine, Suster Yulia, Para Romo, Kak Ida, Kak Osse, dan Kak Mega. Banyak pelajaran yang berharga yang aku petik dari sana, dari yang awalnya aku pendiam menjadi sedikit berisik, bisa belajar lagu dan budaya dari daerah teman – teman yang lain, dan masih banyak pengalaman yang tidak bisa diungkapkan. Suatu kebahagiaan yang sangat, jika suatu saat bisa bertemu dengan mereka di Asrama St. Theresia untuk nostalgia bersama. Terima kasih sudah menjadi teman, sahabat, keluarga, dan rumah selama 3 tahun melewati masa SMA.

  • Journey
Sehat

April 14, 2024/

Beberapa hari ini aku merenungi arti dari sehat, sehat dalam arti fisik dan pikiran. Diusia yang masih produktif, cenderung aku…

Self-Love

March 17, 2024/

Post minggu ini ada kaitan dengan post – post aku sebelumnya, seperti: Be Happy, Bersyukur, Overthinking. Post kali ini aku…

Be Happy

March 3, 2024/

Diriku dan dirimu sama sama melewati perjalanan hidup, memiliki cerita, memiliki perasaan, memiliki pandangan, memiliki keinginan untuk bahagia sesuai dengan…

Overthinking

February 25, 2024/

Sungguh sangat berbeda sewaktu kecil sampai remaja yang masih bisa ketawa sana kemari dan tidak ada beban pikiran yang harus…

Bus Kayu (Bus Pownis)

January 28, 2024/

Aku lahir dan besar di sebuah desa kecil di pulau Bangka. Desa yang indah pemandangannya, langit yang biru, udara yang…

Load More

End of Content.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *